Heniwulandari
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.
Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Cara Kerja Bus
topologi jaringan bus menghubungkan kesetiap komputer di jaringan yang disebut trunk segmen. Bus biasanya disebut kabel yang menghubungkan ujung ke ujung lainnya. Pada akhir setiap terminator ditempatkan ia mengenali kemana arah data berpergian dan terminator digunakan untuk menyerap sinyal.
Kelebihan Topologi bus antara lain sebagai berikut :
• Jika satu komputer gagal dalam jaringan yang lain,masih tidak berpengaruh dan mereka terus bekerja
• jaringan bus sangat simpel/mudah sehingga hanya menggunakan sedikit kabel
• Penerapan topologi jaringan bus tidak membutuhkan biaya besar dibandingkan jenis topologi lainnya.
Kekurangan Topologi jaringan Bus antara lain sebagai berikut :
Jaringan bus tidak cocok sebagai jaringan besar karena terdapat keterbatasan jumlah node yang dapat diatur untuk satu persatu kabel
o Jaringan bus sedikit menantang ketika anda harus memecahkan masalah
Senin, 25 November 2013
Jarkom Topologi Ring
Nama : irma diah argianti
Nim :13.230.0008
Kelas :1P51
SISTEM JARINGAN
Topologi Ring
adalah topologi jaringan yang bentuknya rangkaian yang masing-masing tersambung ke dua titik yang lainnya, sehingga bisa membentuk jalur lingkaran yang menyerupai cincin. Kabel yang digunakan dalam topologi ring merupakan kabel BNC, Oleh sebab itu tidak mempunyai ujung maka tidak dibutuhkan terminator. Tetapi topologi ini sudah banyak ditinggalkan karena mempunyai kelemahan yang serupa dengan topologi BUS. Selain itu, pengembangan jaringan dengan menggunakan topologi ring ini relatif sulit dilakukan. Pada topologi ring semua node/ titik berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal di sepanjang sirkulasinya. Maksudnya setiap perangkat saling bekerja sama untuk perangkat sesudahnya.
Sistem kerja
Pada jaringan ini menggunakan prinsip lingkaran, dalam artian secara teknis masing-masing komputer saling menyambung dengan dua komputer. Begitu halnya dengan yang lainnya hingga tidak ada komputer yang menjadi ujung atau terputus. Lebih umumnya jaringan ini terhubung secara seri.
Karakteristik Topologi Ring
1. Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
2. Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
3. Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah sehingga tabrakan (collision) dapat dihindarkan.
4. Masalah yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu jika salah satu node rusak, maka seluruh jaringan tidak dapat berkomunikasi.
Kelebihan Topologi Ring
1. Lebih hemat kabel.
2. Tidak akan mengalami tabrakan pengiriman data (collision), karena di satu waktu hanya satu node yang bisa mengirimkan data/ data mengalir dalam satu arah.
3. Tidak memerlukan HUB atau Switch.
4. Setiap komputer memiliki hak akses yang sama terhadap token sehinnga tidak ada komputer yang memonopoli jaringan.
Kekurangan Topologi Ring
1. Peka kesalahan, tiap node pada jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga jika di suatu node ditemukan gangguan maka semua jaringan akan mengalami gangguan.
2. Jika terjadi kerusakan di jaringan topologi ring sulit untuk diatasi.
3. Jika Ingin menambah komputer atau mengurangi komputer dapat mengacaukan jaringan.
4. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
5. Pengembangan jaringan lebih kaku.
Nim :13.230.0008
Kelas :1P51
SISTEM JARINGAN
Topologi Ring
adalah topologi jaringan yang bentuknya rangkaian yang masing-masing tersambung ke dua titik yang lainnya, sehingga bisa membentuk jalur lingkaran yang menyerupai cincin. Kabel yang digunakan dalam topologi ring merupakan kabel BNC, Oleh sebab itu tidak mempunyai ujung maka tidak dibutuhkan terminator. Tetapi topologi ini sudah banyak ditinggalkan karena mempunyai kelemahan yang serupa dengan topologi BUS. Selain itu, pengembangan jaringan dengan menggunakan topologi ring ini relatif sulit dilakukan. Pada topologi ring semua node/ titik berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal di sepanjang sirkulasinya. Maksudnya setiap perangkat saling bekerja sama untuk perangkat sesudahnya.
Sistem kerja
Pada jaringan ini menggunakan prinsip lingkaran, dalam artian secara teknis masing-masing komputer saling menyambung dengan dua komputer. Begitu halnya dengan yang lainnya hingga tidak ada komputer yang menjadi ujung atau terputus. Lebih umumnya jaringan ini terhubung secara seri.
Karakteristik Topologi Ring
1. Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
2. Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
3. Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah sehingga tabrakan (collision) dapat dihindarkan.
4. Masalah yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu jika salah satu node rusak, maka seluruh jaringan tidak dapat berkomunikasi.
Kelebihan Topologi Ring
1. Lebih hemat kabel.
2. Tidak akan mengalami tabrakan pengiriman data (collision), karena di satu waktu hanya satu node yang bisa mengirimkan data/ data mengalir dalam satu arah.
3. Tidak memerlukan HUB atau Switch.
4. Setiap komputer memiliki hak akses yang sama terhadap token sehinnga tidak ada komputer yang memonopoli jaringan.
Kekurangan Topologi Ring
1. Peka kesalahan, tiap node pada jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga jika di suatu node ditemukan gangguan maka semua jaringan akan mengalami gangguan.
2. Jika terjadi kerusakan di jaringan topologi ring sulit untuk diatasi.
3. Jika Ingin menambah komputer atau mengurangi komputer dapat mengacaukan jaringan.
4. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
5. Pengembangan jaringan lebih kaku.
Jarkom MAN
Nama
: ANI WIJAYANINGSIH
Kelas : 1P51
NIM : 13.230.0002
MAN ( Metropolitan Area Network )
Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan komputer dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota atau antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
Didalam jaringan MAN hanya memiliki satu atau dua buah kabel yang fungsinya untuk mengatur paket data melalui kabel output. Namun ada alasan utama untuk memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang diimplementasikan. Standart tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel unidirectional dimana semua komputer dihubungkan.
Beberapa teknologi yang menggunakan koneksi MAN :
1. ATM (Asynchronous Transfer Mode)
ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah protokol jaringan cell relay yang meng-enkodekan lalu lintas atau traffic data ke bentuk cell yang lebih kecil seperti 53 byte, 48 byte dan 5 byte.
2. FDDI (Fiber Distributed Data Interface)
FDDI (Fiber Distributed Data Interface) merupakan standar transmisi data dalam sebuah LAN yang mencakup jangkauan lumayan jauh yaitu hingga 200 km. FDDI ini juga dapat mencakup ribuan user. Standar medium yang dipakai untuk menghubungkannya adalah fiber optik, walaupun sebenarnya bisa juga menggunakan kabel tembaga, tetapi dengan syarat harus sesuai dengan teknologi FDDI jika tidak maka transmisinya akan terganggu.
3. SMDS (Switched Multi-megabit Data Services)
SMDS (Switched Multi-megabit Data Services) adalah layanan koneksi untuk LAN, MAN dan WAN dengan tukar menukar data berdasarkan standar IEEE 802.6 DQDB. Untuk koneksi antara MAN dan LAN bisa dilakukan dengan menggunakan sinyal radio, gelombang mikro dan infrared.
Kelebihan MAN
1. Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
2. Informasi dapat disebarkan dengan lebih meluas dan cepat.
3. Transaksi yang Real-Time (data di server pusat diupdate saat itu juga).
4. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan e-mail, chatting dan Video Conference (ViCon).
5. Mempermudah dalam hal berbisnis
6. keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.
Kekurangan MAN
1. Biaya operasional mahal.
2. Instalasi infrastrukturnya tidak mudah.
3. Jika sebuah komputer pribadi digunakan sebagai terminal, memindahkan file (file transfer software) membolehkan pengguna untuk mengambil file (download) dari host ataupun menghantar data ke host (upload).
4. Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shooting).
5. Dapat menjadi target operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi
6. untuk memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.
Minggu, 24 November 2013
Jarkom Client Server
Fatkhur Rozzaq
13.230.0019
1P51
Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.
Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.
Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.
Jaringan client-server merupakan sebuah sistem jaringan yang terdiri dari dua bagian, yaitu:
Client, mesin yang melakukan permintaan resources
Dedicated Server, mesin yang menyediakan resource dan memproses permintaan dari client kemudian mengembalikan hasil proses tersebut kembali ke client yang melakukan permintaan sebelumnya. Disebut dedicated karena mesin yang bertindak sebagai server dioptimalisasi untuk secara tepat melayani permintaan dari client jaringan dan menjamin sistem keamanan file dan direktori.
Seiring dengan pertumbuhan jaringan baik dari segi ukuran maupun traffic, lebih dari satu server dalam sebuah jaringan dapat saja diperlukan. Server-server untuk sistem jaringan yang besar memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Berasarkan tugas dan fungsinya server dibagi kedalam beberapa jenis, diantaranya:
File dan Print Server, server yang mengelola user pada mekanisme penggunaan resource file dan printer. Contohnya sebuah mesin atau server yang digunakan sebagai tempat penyimpanan file dokumen sehingga pengguna jaringan dapat saling berbagi resource berupa file dokumen dan penyimpanannya dilakukan secara terpusat di sebuah server.
Application Server, server yang mengelola user dalam penggunaan data yang terstruktur. Contohnya SQL server, server yang dibentuk dari software database SQL dan dipergunakan untuk menyimpan data-data sebuah organisasi.
Mail Server, server yang digunakan untuk mengelola data e-mail.
Fax Server, server yang digunakan untuk mengelola penggunaan fax.
Dan lain-lain
Sebuah jaringan dan sistem operasi bekerjasama membentuk sebuah unit. Secanggih apapun sebuah mesin server tetapi tidak didukung oleh sistem operasi server akan berakibat kurang efektifnya penggunaan dari mesin atau server tersebut. Biasanya sebuah mesin server akan di-install sistem operasi server seperti MS Windows NT Server, Windows 2000 Server, Linux, Unix, dll.
Jaringan client – server.
Berbeda dengan jaringan peer to peer, pada jaringan client-server terdapat sebuah komputer yang berfungsi sebagai server sedangkan komputer-komputer yang lain
berfungsi sebagai client. Sesuai namanya maka komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut. Salah satu bentuk implementasi dari sistem terdistribusi adalah penerapan model client/server pada Sistem Informasi yang akan dikembangkan. Prinsip utama dari model client/server ini adalah suatu proses dapat dipisahkan menjadi 2, yaitu pada proses client dan proses server, dimana kedua proses tersebut menggunakan suatu protokol tertentu agar dapat berkomunikasi dan
mengontrol. Model client/server ini dikenal pula sebagai suatu bentuk arsitektur aplikasi.
Arsitektur yang lama telah ada adalah arsitektur monolithic, contoh yang sederhana adalah kita membangun suatu aplikasi Sistem Informasi yang stand alone, kita membangun aplikasi dimana model file server menjadi dominan.Sebagai catatan : File server sebenarnya lebih mengarah pada suatu layanan yang disediakan pada level Sistem Operasi bukan pada level aplikasi yang dikembangkan itu sendiri.
Beberapa kelebihan dari jaringan client server diantaranya :
Jaringan ini dapat mendukung keamanan jaringan di komputer dengan lebih baik.
Ketika jaringan semakin bertambah besar, jaringan tersebut justru akan semakin memudahkan administrasi.
Memanajemen jaringan yang terpusat.
Semua data-data penting bisa di back up dan disimpan di lokasi tersendiri.
Kekurangan jaringan tersebut adalah :
Membutuhkan jaringan adminintrator yang sudah profesional.
Membutuhkan perangkat yang bagus yang digunakan untuk komputer server.
Untuk memudahkan manajemen jaringan, maka dibutuhkan software tool operasional.
Anggaran yang digunakan untuk manajemen jaringan tersebut membesar.
Dan bila server down maka semua data dan resource yang diserver sudah tidak dapat diakses lagi.
Source :
id.wikipedia.org/wiki/Klien-server
https://sites.google.com/site/net9com/computer-networking/konsep-jaringan/jenis-jaringan/jaringan-client-server-based
13.230.0019
1P51
Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.
Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.
Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.
Jaringan client-server merupakan sebuah sistem jaringan yang terdiri dari dua bagian, yaitu:
Client, mesin yang melakukan permintaan resources
Dedicated Server, mesin yang menyediakan resource dan memproses permintaan dari client kemudian mengembalikan hasil proses tersebut kembali ke client yang melakukan permintaan sebelumnya. Disebut dedicated karena mesin yang bertindak sebagai server dioptimalisasi untuk secara tepat melayani permintaan dari client jaringan dan menjamin sistem keamanan file dan direktori.
Seiring dengan pertumbuhan jaringan baik dari segi ukuran maupun traffic, lebih dari satu server dalam sebuah jaringan dapat saja diperlukan. Server-server untuk sistem jaringan yang besar memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Berasarkan tugas dan fungsinya server dibagi kedalam beberapa jenis, diantaranya:
File dan Print Server, server yang mengelola user pada mekanisme penggunaan resource file dan printer. Contohnya sebuah mesin atau server yang digunakan sebagai tempat penyimpanan file dokumen sehingga pengguna jaringan dapat saling berbagi resource berupa file dokumen dan penyimpanannya dilakukan secara terpusat di sebuah server.
Application Server, server yang mengelola user dalam penggunaan data yang terstruktur. Contohnya SQL server, server yang dibentuk dari software database SQL dan dipergunakan untuk menyimpan data-data sebuah organisasi.
Mail Server, server yang digunakan untuk mengelola data e-mail.
Fax Server, server yang digunakan untuk mengelola penggunaan fax.
Dan lain-lain
Sebuah jaringan dan sistem operasi bekerjasama membentuk sebuah unit. Secanggih apapun sebuah mesin server tetapi tidak didukung oleh sistem operasi server akan berakibat kurang efektifnya penggunaan dari mesin atau server tersebut. Biasanya sebuah mesin server akan di-install sistem operasi server seperti MS Windows NT Server, Windows 2000 Server, Linux, Unix, dll.
Jaringan client – server.
Berbeda dengan jaringan peer to peer, pada jaringan client-server terdapat sebuah komputer yang berfungsi sebagai server sedangkan komputer-komputer yang lain
berfungsi sebagai client. Sesuai namanya maka komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut. Salah satu bentuk implementasi dari sistem terdistribusi adalah penerapan model client/server pada Sistem Informasi yang akan dikembangkan. Prinsip utama dari model client/server ini adalah suatu proses dapat dipisahkan menjadi 2, yaitu pada proses client dan proses server, dimana kedua proses tersebut menggunakan suatu protokol tertentu agar dapat berkomunikasi dan
mengontrol. Model client/server ini dikenal pula sebagai suatu bentuk arsitektur aplikasi.
Arsitektur yang lama telah ada adalah arsitektur monolithic, contoh yang sederhana adalah kita membangun suatu aplikasi Sistem Informasi yang stand alone, kita membangun aplikasi dimana model file server menjadi dominan.Sebagai catatan : File server sebenarnya lebih mengarah pada suatu layanan yang disediakan pada level Sistem Operasi bukan pada level aplikasi yang dikembangkan itu sendiri.
Beberapa kelebihan dari jaringan client server diantaranya :
Jaringan ini dapat mendukung keamanan jaringan di komputer dengan lebih baik.
Ketika jaringan semakin bertambah besar, jaringan tersebut justru akan semakin memudahkan administrasi.
Memanajemen jaringan yang terpusat.
Semua data-data penting bisa di back up dan disimpan di lokasi tersendiri.
Kekurangan jaringan tersebut adalah :
Membutuhkan jaringan adminintrator yang sudah profesional.
Membutuhkan perangkat yang bagus yang digunakan untuk komputer server.
Untuk memudahkan manajemen jaringan, maka dibutuhkan software tool operasional.
Anggaran yang digunakan untuk manajemen jaringan tersebut membesar.
Dan bila server down maka semua data dan resource yang diserver sudah tidak dapat diakses lagi.
Source :
id.wikipedia.org/wiki/Klien-server
https://sites.google.com/site/net9com/computer-networking/konsep-jaringan/jenis-jaringan/jaringan-client-server-based
Jarkom Nirkable
Nama : Achmad Yusuf
Kelas : 1P51
NIM : 13.230.0081
JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL
-PENGERTIAN
Jaringan Nirkabel atau Wireless Network adalah salah satu jenis jaringan komputer yang mengunakan gelombang radio untuk transmisi data. Jenis jaringan ini sering dipakai untuk jaringan komputer berjarak dekat maupun berjarak jauh.
-KEUNGGULAN
Jaringan Nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yg lain dengan beberapa macam media transmisi tanpa kabel seperti : gelombang radio, gelombang mikro maupun cahaya infra merah.
Beberapa keunggulan Jaringan Nirkabel diantaranya :
Proses Instalasi lebih mudah dibandingkan wire network
Dapat mencapai area yg sulit dijangkau.
Biaya instalasi dan perawatan cukup murah.
-KEGUNAAN
Seperti yg disebutkan diatas bahwa jaringan tanpa kabel ini mengunakan gelombang radio yg dimana gelombang ini disebut sebagai media transmisinya yg dapat merambat diruang hampa.
Data atau sinyal akan diangkut oleh gelombang radio. Bayangkan seperti barang yg diangkut oleh mobil.
Barang dapat dianalogikan dengan data, sedangkan mobil dianalogikan dengan gelombang radio. Gelombang pengangkut atau gelombang pembawa disebut carrier. Sehingga, carrier akan berubah-ubah mengikuti pola perubahan data dan inilah yg disebut dengan teknik Modulasi.
Menurut buku yg Saya baca, secara umum teknik modulasi terbagi atas 3 jenis, yaitu :
Amplitudo Modulation (AM)
Frequency Modulation (FM)
Phase Modulation (PM)
- CARA KERJA
Dari ketiga teknik modulasi ini kemudian dikembangkan teknik modulasi yg merupakan hybrid atau penggabungan ketiganya. Sebagai contoh, teknik modulasi yang banyak digunakan pada WPAN WLAN, dan WiMAX adalah Spread Spectrume (teknik modulasi tersebar).
Spread spectrume (SS) didefinisikan sebagai suatu sinyal yg ditransmisikan dgn menggunakan bandwidth sangat besar dibandingkan sinyal baseband.
Kelas : 1P51
NIM : 13.230.0081
JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL
-PENGERTIAN
Jaringan Nirkabel atau Wireless Network adalah salah satu jenis jaringan komputer yang mengunakan gelombang radio untuk transmisi data. Jenis jaringan ini sering dipakai untuk jaringan komputer berjarak dekat maupun berjarak jauh.
-KEUNGGULAN
Jaringan Nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yg lain dengan beberapa macam media transmisi tanpa kabel seperti : gelombang radio, gelombang mikro maupun cahaya infra merah.
Beberapa keunggulan Jaringan Nirkabel diantaranya :
Proses Instalasi lebih mudah dibandingkan wire network
Dapat mencapai area yg sulit dijangkau.
Biaya instalasi dan perawatan cukup murah.
-KEGUNAAN
Seperti yg disebutkan diatas bahwa jaringan tanpa kabel ini mengunakan gelombang radio yg dimana gelombang ini disebut sebagai media transmisinya yg dapat merambat diruang hampa.
Data atau sinyal akan diangkut oleh gelombang radio. Bayangkan seperti barang yg diangkut oleh mobil.
Barang dapat dianalogikan dengan data, sedangkan mobil dianalogikan dengan gelombang radio. Gelombang pengangkut atau gelombang pembawa disebut carrier. Sehingga, carrier akan berubah-ubah mengikuti pola perubahan data dan inilah yg disebut dengan teknik Modulasi.
Menurut buku yg Saya baca, secara umum teknik modulasi terbagi atas 3 jenis, yaitu :
Amplitudo Modulation (AM)
Frequency Modulation (FM)
Phase Modulation (PM)
- CARA KERJA
Dari ketiga teknik modulasi ini kemudian dikembangkan teknik modulasi yg merupakan hybrid atau penggabungan ketiganya. Sebagai contoh, teknik modulasi yang banyak digunakan pada WPAN WLAN, dan WiMAX adalah Spread Spectrume (teknik modulasi tersebar).
Spread spectrume (SS) didefinisikan sebagai suatu sinyal yg ditransmisikan dgn menggunakan bandwidth sangat besar dibandingkan sinyal baseband.
Jarkom Topologi Star
Nama : Muhammad khulqi rasyid
NIM : 13.230.0056
Kelas : 1p51
Kelas : 1p51
Perngertian Topologi star:
Topologi star digunakan
dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk
perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini
merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan
karena semua komputer dan perangkat terhubung kecentralpoint. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami
kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya (jaringan).
Karakteristik
Topologi Star
- Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
- Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
- Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
- Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.
Kelebihan
Topologi Star
- Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
- Tingkat keamanan termasuk tinggi.
- Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
- Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
- Akses kontrol terpusat.
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
- Paling fleksibel.
Kekurangan Topologi Star
- Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
- Boros dalam pemakaian kabel.
- HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
- Terlalu penting hub sehinga ketika terdapat masalah dengan HUB maka jaringan tersebut akan down.
- Jaringan tergantung pada terminal pusat.
- Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
- Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
Cara
kerja Topologi Star
Cara
kerja topologi star menyatukan tiap host tanpa terpengaruh oleh
kesalahan/kerusakan jalur host lainnya. topologi ini paling sederhana dan mudah
untuk di administrasikan.
Penggunaannya sendiri biasa kita lihat dalam sehari-hari, yaitu di warnet skala kecil dimana tiap komputer yang terhubung satu sama lain melalui HUB dan kabel utp tercolok ke port kartu jaringan di komputer dengan port di HUB. Tentu saja sekalipun topologi star lebih sederhana setiap komputer harus di set dulu ip,workgroup, dll.
Penggunaannya sendiri biasa kita lihat dalam sehari-hari, yaitu di warnet skala kecil dimana tiap komputer yang terhubung satu sama lain melalui HUB dan kabel utp tercolok ke port kartu jaringan di komputer dengan port di HUB. Tentu saja sekalipun topologi star lebih sederhana setiap komputer harus di set dulu ip,workgroup, dll.
Daftar
pustaka:
http://macammacamtopologijaringankomputer.blogspot.com/
http://www.feriantano.com/2013/10/pengertian-karakteristik-kelebihan-dan-kekurangan-topologi-star.html
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20120906052020AAxCLIs
http://macammacamtopologijaringankomputer.blogspot.com/
http://www.feriantano.com/2013/10/pengertian-karakteristik-kelebihan-dan-kekurangan-topologi-star.html
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20120906052020AAxCLIs
Jarkom Jaringan Peer-to-peer
NAMA : WIWIN YULIARTI
NIM : 13.230.0026
KELAS: 1P51
JARINGAN PEER TO PEER
Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. Dalam pemasangan Jaringan Peer to Peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP.
Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpa perantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber daya komputer dapat digunakan oleh komputer lainnya tanpa ada pengendali dan pembagian hak akses.
Setiap komputer dalam jaringan Peer to Peer mampu berdiri sendiri sekalipun komputer yang tidak bekerja atau beroperasi. Masing-masing Komputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer lainnya. Komputer yang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsi komputer dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masing komputer.
Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputer skala kecil seperti di rumah, di dalam sebuah ruangan kerja, lab komputer sekolah dan lain-lain. Peer to Peer ini umumnya dipakai dalam membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakai penggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidak memerlukan pengaturan keamanan dan kendali antara masing-masing komputer.
Gambar di bawah menunjukkan skema jaringan Peer to Peer.
Beberapa hal dari jaringan Peer to Peer ini adalah :
• tidak perlu spesifikasi yang setara untuk setiap komputer (bisa beragam)
• biasanya tidak ada komputer pusat yang dijadikan sentral jaringan
• biasanya juga tidak ada kontrol atau kendali terhadap pengaturan keamanan jaringan
• tidak memerlukan Operating System khusus seperti untuk server
• jika ada 1 atau lebih komputer yang rusak atau tidak bekerja, komputer lain tetap dapat berfungsi normal
Sebagai catatan untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan Crossover / Crossline karena jika menggunakan Straight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a network cable is unplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda gunakan sudah support dengan straight through.
Untuk membuat kabel jaringan Crossover / Crossline sebagai berikut :
Siapkan alat-alat yang dibutuhkan :
a. Kabel UTP
b. Konektor RJ-45
c. Crimping Tool
d. LAN Tester
Perlu diketahui bahwa kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil di dalamnya yang memiliki warna berbeda. 4 pasang kabel itu adalah :
Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,
Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Orange,
Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,
Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat
Proses pembuatan :
http://aldinobahtiar.files.wordpress.com/2010/03/041.jpg?w=247&h=300
Urutan pemasangan : Salah satu sisi kabel dibuat sesuai dengan standar “Straight Through”, sedangkan sisi kabel lainnya, dilakukan “Cross-Over”, yaitu :
Pin 1 : Putih/Hijau
Pin 2 : Hijau
Pin 3 : Putih/Oranye
Pin 4 : Biru
Pin 5 : Putih/Biru
Pin 6 : Oranye
Pin 7 : Putih/Coklat
Pin 8 : Coklat
Harap diingat bahwa yang dibuat crossover hanya salah satu sisi kabel saja.
Langkah-langkah pemasangan kabel UTP pada konektor RJ45 :
1. Kupas jaket dari kabel UTP dengan menggunakan crimping tool atau alat pengupas kabel khusus.
2. Pisahkan empat lilitan kabel UTP menjadi delapan bagian, setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar dapat mudah dipotong.
3. Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi crossover dan sesuaikan ujung kabel yang akan dipotong dengan konektor yang akan dipasang.
4. Gunakan tang pemotong atau crimping tools, potonglah ujung kabel secara rata agar kabel mudah dimasukan ke lubang konektor.
5. Masukkan ujung kabel yang telah dipotong ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, kemudian jepit konektor dengan menggunakan crimping tool agar konektor terkunci.
6. Lakukan tes dengan LAN Tester, jika semua lampu indikator menyala berarti semua bagian kabel sudah terpasang dengan benar.
Setelah pembuatan kabel crossover selesai silahkan hubungkan ke kedua komputer, lalu setting masing-masing IP komputer dengan cara :
Buka network connection (dari windows explorer klik kanan My Network Places -> Properties).
Klik kanan Local Area Connection, lalu pilih Properties -> Double klik Internet Protocol (TCP/IP).
IP Address komputer 1 : 192.168.0.11 – Subnet Mask 255.255.255.0
IP Address komputer 2 : 192.168.0.22 – Subnet Mask 255.255.255.0
Anda dapat melakukan ping terhadap komputer 2 melalui komputer 1 di DOS lewat Start -> Run -> ketik cmd -> lalu ketik ping 192.168.0.22
Jika komputer 2 ingin melakukan ping komputer 1 caranya sama tinggal ganti dengan IP address komputer 1.
Ping ini fungsinya untuk mengetahui berhasil tidaknya transfer data dari jaringan peer to peer yang telah kita buat tadi.
Selain ping komputer 1 bisa membuka komputer 2 secara langsung di address bar windows explorer dengan mengetikan \\192.168.0.22 begitupun sebaliknya.
Nah proses Membuat Jaringan Peer to Peer (PC to PC) selesai sampai di sini.
Keuntungan dan Kelemahan Jaringan Peer to Peer:
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut,maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan nondedicated server,karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
KEUNGGULAN:
* Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti : harddisk,drive,fax/modem,printer.
* Biaya operasional relatif lebih murah dibanding dengan tipe jaringan client-server,salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
* Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, Sehingga bila salah satu komputer mati atau rusak,jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
KELEMAHAN:
* Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit,karena pada jaringan tipe ini setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada.Di jaringan client-server komunikasi adalah antara server dengan workstation.
* Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server,karena setiap komputer /peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
* Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
* Karena data jaringan tersebar dimasing-masing komputer dalam jaringan,maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.
NIM : 13.230.0026
KELAS: 1P51
JARINGAN PEER TO PEER
Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. Dalam pemasangan Jaringan Peer to Peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP.
Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpa perantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber daya komputer dapat digunakan oleh komputer lainnya tanpa ada pengendali dan pembagian hak akses.
Setiap komputer dalam jaringan Peer to Peer mampu berdiri sendiri sekalipun komputer yang tidak bekerja atau beroperasi. Masing-masing Komputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer lainnya. Komputer yang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsi komputer dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masing komputer.
Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputer skala kecil seperti di rumah, di dalam sebuah ruangan kerja, lab komputer sekolah dan lain-lain. Peer to Peer ini umumnya dipakai dalam membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakai penggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidak memerlukan pengaturan keamanan dan kendali antara masing-masing komputer.
Gambar di bawah menunjukkan skema jaringan Peer to Peer.
Beberapa hal dari jaringan Peer to Peer ini adalah :
• tidak perlu spesifikasi yang setara untuk setiap komputer (bisa beragam)
• biasanya tidak ada komputer pusat yang dijadikan sentral jaringan
• biasanya juga tidak ada kontrol atau kendali terhadap pengaturan keamanan jaringan
• tidak memerlukan Operating System khusus seperti untuk server
• jika ada 1 atau lebih komputer yang rusak atau tidak bekerja, komputer lain tetap dapat berfungsi normal
Sebagai catatan untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan Crossover / Crossline karena jika menggunakan Straight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a network cable is unplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda gunakan sudah support dengan straight through.
Untuk membuat kabel jaringan Crossover / Crossline sebagai berikut :
Siapkan alat-alat yang dibutuhkan :
a. Kabel UTP
b. Konektor RJ-45
c. Crimping Tool
d. LAN Tester
Perlu diketahui bahwa kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil di dalamnya yang memiliki warna berbeda. 4 pasang kabel itu adalah :
Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,
Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Orange,
Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,
Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat
Proses pembuatan :
http://aldinobahtiar.files.wordpress.com/2010/03/041.jpg?w=247&h=300
Urutan pemasangan : Salah satu sisi kabel dibuat sesuai dengan standar “Straight Through”, sedangkan sisi kabel lainnya, dilakukan “Cross-Over”, yaitu :
Pin 1 : Putih/Hijau
Pin 2 : Hijau
Pin 3 : Putih/Oranye
Pin 4 : Biru
Pin 5 : Putih/Biru
Pin 6 : Oranye
Pin 7 : Putih/Coklat
Pin 8 : Coklat
Harap diingat bahwa yang dibuat crossover hanya salah satu sisi kabel saja.
Langkah-langkah pemasangan kabel UTP pada konektor RJ45 :
1. Kupas jaket dari kabel UTP dengan menggunakan crimping tool atau alat pengupas kabel khusus.
2. Pisahkan empat lilitan kabel UTP menjadi delapan bagian, setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar dapat mudah dipotong.
3. Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi crossover dan sesuaikan ujung kabel yang akan dipotong dengan konektor yang akan dipasang.
4. Gunakan tang pemotong atau crimping tools, potonglah ujung kabel secara rata agar kabel mudah dimasukan ke lubang konektor.
5. Masukkan ujung kabel yang telah dipotong ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, kemudian jepit konektor dengan menggunakan crimping tool agar konektor terkunci.
6. Lakukan tes dengan LAN Tester, jika semua lampu indikator menyala berarti semua bagian kabel sudah terpasang dengan benar.
Setelah pembuatan kabel crossover selesai silahkan hubungkan ke kedua komputer, lalu setting masing-masing IP komputer dengan cara :
Buka network connection (dari windows explorer klik kanan My Network Places -> Properties).
Klik kanan Local Area Connection, lalu pilih Properties -> Double klik Internet Protocol (TCP/IP).
IP Address komputer 1 : 192.168.0.11 – Subnet Mask 255.255.255.0
IP Address komputer 2 : 192.168.0.22 – Subnet Mask 255.255.255.0
Anda dapat melakukan ping terhadap komputer 2 melalui komputer 1 di DOS lewat Start -> Run -> ketik cmd -> lalu ketik ping 192.168.0.22
Jika komputer 2 ingin melakukan ping komputer 1 caranya sama tinggal ganti dengan IP address komputer 1.
Ping ini fungsinya untuk mengetahui berhasil tidaknya transfer data dari jaringan peer to peer yang telah kita buat tadi.
Selain ping komputer 1 bisa membuka komputer 2 secara langsung di address bar windows explorer dengan mengetikan \\192.168.0.22 begitupun sebaliknya.
Nah proses Membuat Jaringan Peer to Peer (PC to PC) selesai sampai di sini.
Keuntungan dan Kelemahan Jaringan Peer to Peer:
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut,maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan nondedicated server,karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
KEUNGGULAN:
* Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti : harddisk,drive,fax/modem,printer.
* Biaya operasional relatif lebih murah dibanding dengan tipe jaringan client-server,salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
* Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, Sehingga bila salah satu komputer mati atau rusak,jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
KELEMAHAN:
* Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit,karena pada jaringan tipe ini setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada.Di jaringan client-server komunikasi adalah antara server dengan workstation.
* Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server,karena setiap komputer /peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
* Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
* Karena data jaringan tersebar dimasing-masing komputer dalam jaringan,maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)


